TAMAN MINIMALIS, TAPI GEULIS!

Kehadiran taman dari segi estetika, umumnya diperlukan untuk memperhalus garis garis tegas pada sebuah bangunan. Sehingga kombinasi bangunan dan taman dapat terbentuk tanpa memperlihatkan kekakuan yang timbul dari bangunan itu sendiri. Hal ini banyak terjadi pada bangunan ataupun rumah yang bergaya minimalis. Dengan karakter yang simpel, aliran ini dapat menyulap luas lahan yang sempit menjadi sebuah rumah yang praktis dan fungsional tetapi tetap memiliki corak keindahan sendiri. Untuk mencitakan kesan minimalis tersebut, elemen desain yang banyak digunakan antara lain gabris dan bidang yang geometric, hal ini lah yang banyak memunculkan kesan kaku. Oleh karenanya rumah dengan tipe ini akan sangat harmonis dan konsisten jika dipadupadankan dengan jenis taman yang minimalis pula.

Untuk menciptakan taman bergaya minimalis, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan, diantaranya pemilihan tanaman dan juga hardscape (elemen keras) yang mendukung taman. Tanaman yang dipilih hendaknya tidak terlalu menyita perhatian visual, sehingga karakter bangunan tetap terlihat dominan. Untuk menyiasatinya, gunakan tanamantanaman yang tidak rimbun dan juga tanaman yang memiliki motif minimalis. Hal yang mendasari konsep minimalis adalah tren hidup masyarakat urban yang simpel sehingga bangunan tidak banyak atau bahkan tidak menggunakan ornament sama sekali. Tujuan utamanya biasanya
adalah untuk menghadirkan kesan luas dan juga meminimalisir perawatan bangunan. Aspek tersebut kemudian juga membawa pengaruh dapam pemilihan tanaman yang sebaiknya mudah dalam pemeliharaannya. Hal terakhir yang harus diperhatikan adalah pemilihan tanaman sebaiknya merupakan tanaman yang memiliki pertumbuhan lamban, agar bentuk desain tamandapat bertahan lebih lama.

Penggunaan jenis tanaman yang simpel dan minim, akan sangat dibantu dengan kehadiran elemen pembantu seperti stepping stone, pavement, pot, maupun lampu taman. Dalam memilih elemen keras tersebut, sebaiknya tetap memegang konsep minimalis yang lebih banyak menggunakan garis maupun bentuk yang geometris. Hindari penggunaan hardscape dengan ornamen, sehingga akan menghasilkan pengalaman visual yang bersih untuk menghasilkan kesan luas pada taman yang cenderung sempit. Selain itu, warna juga perlu dijadikan bahan pertimbangan. Warna-warna alam ataupun warna asli dari berbagai elemen sebaiknya dipertahankan. Adapun jika anda ingin menambahkan warna tertentu dalam pembuatan taman, sebaiknya pilihlah warna yang harmonis dengan warna alam, dan jangan terlalu banyak menambahkan nuansa warna lain agar kesan simpel tidak hilang.

Selain memilih elemen tanaman dan elemen keras, penataan kedua elemen tersebut juga perlu untuk diperhatikan. Dalam membuat pola penanaman baiknya hindari penggunaan garis
garis melengkung dengan kesan organik, pola penanaman yang mengikuti bentuk bangunan akan
lebih terlihat menyatu ketimbang pola yang diciptakan ulang. Tanaman yang digunakan biasanya
sama dalam jumlah masal, ditata sederhana dan dibiarkan apa adanya. Untuk menambah
estetika, anda juga bisa menambahkan sebuah elemen yang dapat dijadikan vocal, seperti
contohnya tanaman display yang eksotis. Untuk jenisnya menyesuaikan dengan ukuran taman
dan bentuk bangunan. Jika dirasa taman sangat luas dan terkesan hampa, penambahan pohon
seperti kamboja, tabebuia, sikat botol, maupun dadap merah bisa dijadikan pilihan. Penambahan
vocal point juga dapat dihadirkan melalui elemen hardscape, seperti lampu, batu hias, maupun
kolam. Tetapi dalam memilih elemen tersebut harus tetap mempertahankan kesan minimalis.

Tren Hidup yang minimalis membuat rumah model minimalis banyak diminati oleh masyarakat luas. Maka jika anda salah satunya, membangun taman yang bergaya minimalis bisa dijadikan alternatif untuk menciptakan estetika yang dapat berpadu dengan bangunan hunian anda. Walaupun banyak Batasan yang diciptakan dari aliran desain ini, kita masih bisa mengkreasikan bentukan taman yang menarik dengan beberapa saran diatas. Jadi, sudah siap berkreasi dengan taman minimalis tapi geulis? (Anr/KK)