Menanam & Merawat Kucai Mini

Hijaukan lahan ‘botak’ di bawah pohon rimbun dengan kucai mini. Cara tanam mudah, perawatan gampang, penampilan cantik dan menarik!

PERMUKAAN TANAH yang berada di bawah pohon bertajuk lebar biasanya sulit di jangkau sinar matahari. Akibatnya, tanah pada area tersebut susah ditumbuhi rumput dan menjadi ‘botak’ jenis tanaman penutup tanah atau ground cover  umumnya memang menyukai sinar matahari. Sebut misalnya gajah mini (pennistum  purpereum schamach), ubi hias (Ipomea batatas ‘Marguerite’), dan kacang hias (Arachis pintoi).

Lain halnya dengan kucai mini (Carexmorrowii). Tanaman berdaun panjang yang meruncing pada bagian ujungnya ini terbilang ‘bandel’  ia sanggup bertahan di area teduh, namun juga mampu menghadapi teriknya sinar matahari. Selain itu perdu berdaun hijau tua dengan tinggi maksimal 10 cm ini punya tampilan memikat. Ia tak kalah cantik di banding tanaman penutup tanah lainnya.

Kamu tertarik? Sebelumnya mulai meggunakannya, beberapa trik berikut mungkin bisa membantu kamu

  1. Tanah di beri pupuk kandang dengan perbandingan 1 bagian pupuk 5 bagian tanah (1:5). Aduk hingga pupuk tercampur dan tanahnya menjadi gembur.
  2. Siram tanah dengan air secukupnya untuk melembabkan.
  3. Gali tanah dengan sekop hingga kedalaman sekitar 5 cm.
  4. Keluarkan kucai mini dari polybag. Tanam ke dalam lubang yang sudah di siapkan, sebagian media tanah yang ada dalam polybag ikut tertanam.
  5. Kerena kucai mini tidak merambat. Untuk mendapatkkan hasil yang bagus kucai mini harus di tanam dengan jarak rapat-rapat. Jangan biarkan ada lahan yang terbuka.
  6. Kucai mini akan mati jika di injak-injak. Tambahkan batu pijakan di antara tanaman kucai mini. Susun batu pijkan agar anda tak perlu menginjak kucai mini saat merawat dan menyiramnya. Pijakan juga dapat menambah nilai artistik taman.
  7. Kucai mini tumbuh dengan baik di atas tanah yang cukup mengandung air. Jaga kelembapan tanah dengan penyiraman 2 kali sehari.